Kamis, 02 Oktober 2014

Kehidupan

Hidup memang tak semudah yang kita bayangkan, banyak lika-liku yang menjadi keunikan tersendiri bagi setiap manusia, kehidupan yang penuh dengan misteri, penuh dengan teka-teki yang tak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti. Namun dengan semua itu dapat kita pahami arti dan maksud kehidupan ini, bagi orang yang paham untuk apa dia hidup.
manusia hidup di dunia ini hanya sementara, hanya ngontrak di bumi Allah, kita tak ada kekuasaan untuk melakukan apapun tanpa seizinNya, kita tak memiliki apa-apa. Jasad, roh benda-benda yang ada di sekeliling kita ini hanyalah bersifat semu, hanyalah titipan, kita hanya 'meminjam'.
Tujuan kita hidup telah jelas tercantum dalam Al-Quran, surat Al-An'am ayat 162
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ -١٦٢ 
yang artinya: katakanlah (Muhammad): "sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh Alam. (Q.S Al-An'am:162).
Jelaslah tujuan hidup kita hanya untuk beribadah sebagaimana firmanNya dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ -٥٦
yang artinya: Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu. (Q.S Adz-Dzariyat:56)
dua ayat di atas menjelaskan bahwa kita hidup semata-mata untuk beribadah.
ujian, godaan, bahkan kelalaian selalu timbul kepada kita, di sanalah Allah sedang menguji iman kita. Adakalanya keimanan kita naik dan ada kalanya keimanan kita turun. Namun turunnya keimanan kita jangan sampai membuat kita lalai akan Sang Maha Pencipta. Nabi Muhammad SAW yang telah dijamin oleh Allah dalam hidupnya, beliau tetap diuji dengan ujian yang amat besar, namun beliau tak ada sedikitpun rasa mengeluh bahkan putus asa, beliau selalu husnudzon kepadaNya karen beliau yakin bahwa ujian yang menimpanya merupakan kasih sayang Allah SWT.
Subhanallah, sungguh mulianya Nabi kita. tak seharusnya kita mengeluh akan ujian yang Allah kasih karena ujian itu bukanlah semat-mata Allah tak sayang akan kita, tapi Allah sangat sayang sehingga Allah menguji kita agar kita selalu dekat denganNya.
semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk setiap langkah dan aktifitas yang kita lakukan, dan niatkan apa yang kitta jalani sekarang adalah untuk BERIBADAH kepadaNya. Amiin.

Kerinduan

Saat malam menjemput diri ini, ku tersadar apa yang telah ku perbuat. Saat ku bangun hingga ku tertidur kembali. tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hati ini mulai bimbang saat kerinduan itu datang. kerinduan akan suasana rumah, suasana semuanya. 3 minggu bukan waktu yang lama dan mungkin bukan waktu yang sebentar bagiku. ku bertahan di asrama tercinta ini dengan penuh kerinduan akan ibu dan orang rumah. kerinduan yang tak bisa aku bayangkan saat aku sampai di rumah nanti. seperti inilah anak rantauan yang jauh dari keluarga. banyak kesan tersendiri saat semua berjalan.
hati ini telah berada di rumah tak bersatu dengan jiwa. kerinduan yang sangat mendalam membuatku semakin tak sabar untuk menatap dan memeluk ibu.
ujian silih berganti, perjalanan hidup yang selalu lurus yang seperti kita bayangkan. Tapi ingatlah teman kita di sini membahagiakan orang tua, keluarga kita di rumah. Bidan adalah cita-cita kita. jangan pernah mengecewakan mereka dengan tingkah kita yang tak bisa berubah. kelakuan yang masih seperti anak kecil. Mulailah untuk dewasa, karena menjadi bidan ini, kita dituntut menjadi wanita yang dewasa walaupun kita belum saatnya. maka buktikan saat kita pulang nanti buktikan bahwa kita dewasa.
memang tak semudah ucapan namun apabila ada niat dan tekad besar dari diri Insya Allah semua akan bermanfaat, walaupun kerinduan itu semakin dalam.

semangat Saudari-saudariku, kita pasti bisa menjadi bidan terampil yang bermanfaat bagi kelurga dan orang lain. Amin